Dansektor 21 Bersama Wakil Walikota Cimahi Tinjau Lahan Pembibitan Pohon Cipageran

by
Dansektor 21 Satgas Citarum Bersama Wakil Walikota Cimahi Tinjau Lahan Pembibitan Pohon Cipageran

sorotnusantara.com, CIMAHI,- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana, dan Kepala DLH Kota Cimahi, M. Ronny, melaksanakan kegiatan peninjauan ke lahan bakal pembibitan pohon di Taman Kehati, Cipageran, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jumat (24/1/2020).

Lahan seluas kurang lebih 5 hektar di Cipageran ini akan ditata dengan tujuan target percepatan mengatasi lahan gundul dan konservasi di wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya, terutama penghijauan wilayah yang masuk kawasan Bandung Utara.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan belajar jajaran Sektor 21 dan DLH Kota Cimahi ke Sektor Pembibitan Satgas Citarum di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, tanggal 22 Januari 2020 lalu.

Tidak pakai lama, Dansektor 21 bersama Pemkot Cimahi bergerak cepat untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pembibitan, termasuk penyiapan barak dan kelengkapan fasilitas prajurit maung siliwangi yang akan mengabdi di lokasi pembibitan.

Pada giat peninjauan tersebut, Dansektor 21 dan Wakil Walikota Cimahi serta Kepala DLH sempat berbincang sekian lama di gazebo yang akan dimanfaatkan sementara untuk tempat tidur prajurit lalu berjalan menuju bangunan yang sedang di rehab oleh jajaran Satgas Citarum untuk keperluan kegiatan isoma.

“Hari ini, saya bersama Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat dan Kadis LH Kota Cimahi untuk bersama-sama meninjau dan memulai rencana pembibitan guna penghijauan kembali di Kota Cimahi khususnya di lahan pemerintah di Cimenteng ini,” kata Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana, saat diwawancarai wartawan usai kegiatan.

“Kebetulan beliau adalah Komandan Sektor yang peduli disini, bahkan akan membawa anggotanya kesini untuk bagaimana lahan-lahan gundul disini ditanami pohon keras yang bermanfaat bagi masyarakat dan kita semua,” tambahnya.

Ngatiyana juga menjelaskan bahwa Pemkot Cimahi mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum, “Dansektor akan akan membuat posko dan menempatkan personil disini untuk membuat pembibitan guna ditanami di lahan-lahan yang kosong. Jadi Cimahi ini nanti akan indah, yang semula hutan kelihatan gundul, berkat kerjasama saat ini Sektor 21 bersama Pemerintah Kota Cimahi, hutan disini akan hijau kembali,” jelas Ngatiyana.

“Mudah-mudahan apabila sudah ditanami, penyerapan air bagus, mengurangi resiko bencana banjir, longsor, dan lain sebagainya,” harapnya.

“Sarana jalan nanti kita siapkan, dan akan ada barak-barak untuk personil Posko Sektor 21 nanti tidur disini. Harapannya, meski Kota Cimahi kecil, namun nyaman dengan adanya penghijauan,” harap Ngatiyana lagi, yang datang ke lokasi pembibitan menggunakan sepeda motor.

Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana, bersama Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, saat diwawancarai wartawan usai peninjauan bersama ke lokasi lahan pembibitan di Kampung Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jumat (24/1/2020).
Dansektor 21 Apresiasi Atas Kerjasama Pemerintah Kota Cimahi Telah Menyediakan Lahan Pembibitan Pohon

Kesempatan yang sama dihadapan awak media, Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Cimahi yang telah aktif berkegiatan demi lingkungan.

“Hari ini, Jumat, ini hari baik, tanggal 24 Januari 2020, saya Dansektor 21 bersama Wakil Walikota Cimahi dan Kepala Dinas LH melaksanakan peninjauan di tempat Subsektor Pembibitan di Kampung Cimenteng. Ini luasnya cukup lumayan, 5 hektar,” kata Dansektor 21 mengawali.

“Untuk tempat ini, kami ucapkan terimakasih kepada Pemkot Cimahi yang sudah memberikan ruang untuk kita Sektor 21 melaksanakan pembibitan disini,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Dansektor 21, “Ini berkat bantuan dari pemkot dan rekan-rekan kita yang peduli terhadap lingkungan. Sektor 21 tidak punya uang, hanya punya semangat dan keinginan untuk membangun ini. Cimahi ini kota kecil, kalau pemerintahnya sudah mau melaksanakan kegiatan demi lingkungan, ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lainnya,” kata Dansektor lagi.

“Dengan adanya lahan untuk pembibitan ini, alhamdulillah, kita akan kelola dengan baik untuk nantinya apabila bibit-bibit yang kita semai sudah siap tanam, kita akan tanam di kawasan atas Cimahi yang sudah gundul,” terangnya.

Tampak juga disekitar lokasi pembibitan, sudah banyak bangunan yang berdiri serta lahan yang umumnya ditanam tanaman musiman (sayur).  “Kita lihat, hampir 60 hingga 70 persen saat ini disini ditanami palawija. Kedepan kita akan tanami pohon keras, dan minimal ada pohon kopi yang hasilnya bermanfaat secara ekonomi. Kita juga akan komunikasi dengan pemilik-pemilik lahan disini, agar juga menanam pohon keras, tidak hanya palawija saja. Cimahi juga sebagian sudah masuk kawasan Bandung Utara (KBU), kawasan yang tidak boleh lagi ditanami bangunan beton-beton dan sebagainya,” tekan Dansektor.

Terkait program awal yang akan dilaksanakan oleh Sektor 21 di lokasi pembibitan, dijawab oleh Dansektor, “Dalam waktu dekat, satu atau dua hari, disini kita akan bangun yang paling penting adalah mushola dan MCK serta barak prajurit, agar prajurit tidak kemana-mana untuk setiap saat bisa mengawasi dan melaksanakan aktifitas disini,” jelas Kolonel Inf Yusep.

“Kita gerak cepat untuk pelaksanaan pembibitan pohon ini, untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini di musim hujan,” tutupnya.

Dansektor 21 Satgas Citarum dan Pemkot Cimahi Kolaborasi Galakkan Program Zero Waste Di Tingkat Sekolah

Selain persiapan lokasi pembibitan pohon, bersamaan dengan itu Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Pemkot Cimahi akan berkolaborasi menggalakkan program zero waste, dengan sasarannya masyarakat potensial di tingkat sekolah.

“Program pemerintah dalam hal ini mengurangi sampah plastik, zero waste, salasatunya kita sudah menanamkan kebiasaan dan budaya minum dengan menggunakan tumbler dan tidak menggunakan botol-botol air dalam kemasan plastik,” kata Wakil Walokota Cimahi, Ngatiyana.

“Ini akan dikembangkan kerjasama dengan Dansektor 21 untuk bagaimana di tingkat-tingkat sekolah menggunakan tumbler untuk mengurangi sampah-sampah plastik di Kota Cimahi,” ujarnya.

Sampah plastik sekali pakai dan kemasan makanan ringan merupakan salasatu sumber yang memberikan kontribusi cukup signifikan pada kebersihan lingkungan. Hingga saat ini, Satgas Citarum yang melaksanakan kegiatan rutin membersihkan sungai, selalu menemukan sampah plastik jajanan dan kemasan makanan ringan, termasuk streoform serta plastik air minum dalam kemasan yang mengotori aliran sungai.

Hal serupa juga ditemukan dari hasil bersih-bersih tim kebersihan pemkot atau pemkab.

“Senin 27 Januari 2020, kita akan kumpul dengan semua kepala sekolah, ada sekitar 180 sekolah negeri dan swasta di Cimahi. Kita akan sosialisasikan lagi kepada siswa atau pelajar untuk membawa misting dan tumbler atau tempat minum dan rantang, kita harapkan yang setiap harinya siswa atau pelajar kalau jajan menggunakan plastik dan kemasan sejenis, seperti cilok, gorengan, dan lain-lain, nanti mereka jajan itu menggunakan misting atau rantang, tidak menggunakan plastik lagi,” kata Dansektor 21 di kesempatan yang sama.

“Dari 180 sekolah ada berapa ribu pelajar, jika dikalikan jumlah plastik jajanannya, ada berapa ton sampah plastiknya sehari. Kalau di Cimahi ini sudah jalan, kita harapkan Jawa Barat bisa seperti itu, kita dorong dari Cimahi,” pungkas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

[St]