,

Cegah Merebaknya Radikalisme, FKPT Jateng Dorong Pemprov Massifkan Peran Aparatur Kelurahan/Desa

by
Ketua FKPT Jateng Budiyanto saat bersilaturrahmi di PP Galangsewu Tembalang Semarang. (ft.istimewa)

SOROTNUSANTARA.COM , SEMARANG – Merebaknya radikalisme dan terorisme dapat dicegah dengan peran aparatur kelurahan/desa. Oleh karena itu Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah daerah untuk memassifkan sosialisasi langkah pencegahan dini masyarakat dalam mencegah gerakan terorisme.

Pemkab/Pemkot se-Jateng, kata Ketua FKPT Jateng Dr Drs Budiyanto SH MHum, dapat memprakarsai gerakan pemassifan pencegahan itu. Menurutnya dengan memaksimalkan peran aparatur pemerintah desa/kelurahan bersama Babinkamtibmas (Polri) dan Babinsa (TNI) yang setiap hari berinteraksi langsung dengan elemen masyarakat akan lebih efektif dalam membatasi ruang gerak radikalisme dan terorisme.

FKPT Jateng bersama BNPT sudah mengawali langkah itu di beberapa kabupaten/kota, terakhir di Salatiga dan Kota Semarang,”ujar Budiyanto disela kegiatannya di Semarang, Jumat (7/6/2019).

Budiyanto menjelaskan, dalam kegiatan bareng itu telah dilakukan sinkronisasi gerak langkah pencegahan terorisme yang dapat dijadikan acuan atau pedoman masyarakat ketika mencium gelagat munculnya embrio aksi teror.

Dengan adanya acuan itu, lanjutnya, masyarakat dibawah bimbingan aparat dapat mengambil langkah awal atau pencegahan dini sesuai dengan standar prosedur yang sudah baku dan sangat aplikatif.

Dia menuturkan langkah awal itu bisa dimulai dengan peningkatan pemahaman terhadap lingkungan sosial yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan dan ancaman terorisme.

Dengan lebih mengenali lingkungan itu pula, terangnya, masyarakat akan tertanam sikap tanggap sosial dan waspada terhadap setiap dinamika yang berlangsung di lingkungannya. Disinilah sikap dan spirit kewaspadaan dini tertanam dan terbentuk di kalangan warga.

Kemudian jika tercium gelagat yang mencurigkan, sambungya, maka harus mengambil tindakan cepat melapor kepada aparat Polri atau TNI. Laporan bisa disampaikan melalui saluran komunikasi digital atau langsung datang ke pos pelayanan aparat terdekat.

Ketua FKPT Jateng Budiyanto saat bersilaturrahmi di PP Galangsewu Tembalang Semarang. (ft.istimewa)

“Kasus bom bunuh diri di Kartosuro beberapa hari lalu dapat kita jadikan pelajaran untuk selalu mengenali dan mengikuti perkembangan lingkungan serta menjalin interaksi aktif dengan berbagai elemen,” tuturnya.

Budiyanto membeberkan, gerakan pemassifan cegah dini itu jika direalisasikan maka secara langsung akan mendorong tertibnya administrasi lingkungan dalam skala yang terkecil di masyarakat.

Saat ini, secara khusus mobilisasi massa terfokus di daerah bersamaan dengan bergeraknya arus mudik dan arus balik dapat terpantau kondisinya, jika langkah atau tahapan cegah dini itu diterapkan dengan tepat oleh warga.

Ditambahkannya, kegiatan BNPT bersama FKPT Jateng yang terlaksana di Semarang dan Salatiga mendapatkan respon yang baik.

“Babinsa dan Babinkamtibmas serta aparatur kelurahan/desa merespon baik dan antusias dalam kegiatan yang dilakukan BNPT dengan FKPT tersebut, bahkan mereka berharap adanya tindak lanjut dengan pelatihan khusus,” pungkasnya. (arh)