BPKP Apresiasi Kinerja Sektor 21 Satgas Citarum Tangani Limbah Industri

by
BPKP Apresiasi Kinerja Sektor 21 Satgas Citarum Tangani Limbah Industri
Peninjauan tim BPKP Provinsi Jawa Barat didampingi Dansektor 21 Satgas Citarum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, ke PT Kamarga Kurnia, Kota Cimahi, Jumat (22/11/2019).

sorotnusantara.com, CIMAHI,- Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Jawa Barat laksanakan giat monitor dan evaluasi ke Sektor 21 Satgas Citarum, Jumat (22/11/2019).

Pada kegiatan ini, setelah memeriksa dokumen administrasi di Poskotis Sektor 21, tim BPKP selanjutnya melaksanakan peninjauan lapangan ke industri di Kota Cimahi.

Pabrik yang ditinjau antara lain PT Kamarga Kurnia dan PT Sansan Saudaratex Jaya.

Didampingi Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, tim BPKP pertamakali mengunjungi PT Kamarga Kurnia sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian ke PT Sansan Saudaratex Jaya selepas melaksanakan sholat Jumat.

Seusai kegiatan, Dansektor 21 Satgas Citarum menjelaskan kegiatannya bersama dengan tim BPKP kepada wartawan, “Tim BPKP hari ini ke Sektor 21 untuk melaksanakan pengecekan kinerja yang kita laporkan selama di lapangan. Mulai pukul 08.00 tadi pagi di Posko, dan jam 11.00 ke Cimahi untuk melihat limbah industri, yakni ke PT Kamarga Kurnia dan PT Sansan Saudaratex Jaya,” jelas Dansektor.

“Kedua perusahaan ini dinilai telah mengelola IPAL dengan baik dengan penambahan fasilitas IPAL yang menggunakan budget cukup besar,” tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dansektor, “Ini juga mendapat apresiasi dari tim BPKP. Mudah-mudahan apa yang Sektor 21 laporkan ke komando atas sebagai bahan koreksi untuk kegiatan selanjutnya, nyata. Apa yang kita tulis dan laporkan, itu sesuai, tidak ada rekayasa dan semua kegiatan sesuai apa adanya,” urainya.

Pada beberapa kesempatan sebelumnya, sering dikatakan oleh Kolonel Yusep, pihaknya tak akan pernah bosan dan segan untuk mengawasi limbah industri di wilayah tugasnya sebagai salasatu bentuk aksi dalam percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum.

“Citarum Harum ini terus berjalan, harapannya di tahun 2024 airnya sudah clear dan digunakan oleh masyarakat,” pungkas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Kesempatan yang sama, tim BPKP mengungkapkan kepada wartawan, “Kami perwakilan dari BPKP Provinsi Jawa Barat mendapatkan mandat memonitor dan evaluasi kegiatan rencana aksi yang dilaksanakan di tiap-tiap Sektor Satgas Citarum,” ungkap Safarus Rahimansyah, auditor madya dari tim BPKP.

“Khusus untuk di Sektor 21 ini, kita fokus ke limbah industri. Sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Pak Yusep, kita dari jam 08.00 sudah melihat administrasi, jadi apa yang dilaporkan oleh Dansektor 21 ini benar-benar sesuai dengan apa yang kita lihat di lapangan,” ungkapnya lagi.

Dijelaskan oleh Safarus, “Kita akan melaporkan ke pusat, kita sudah melakukan evaluasi kegiatan ini, termasuk rencana aksi yang direncanakan Sektor 21 ini apa, kita lihat apakah dilaksanakan atau tidak, jika tidak, hambatannya apa,” jelasnya.

“Saat ini, sementara yang kami lihat itu rencana yang dibuat oleh Sektor 21 khususnya, itu sudah sesuai dengan rencana yang ditargetkan,” terang Safarus.

“Seperti limbah industri, penanganannya bagaimana, termasuk sampah juga. Dari 187 industri di Sektor 21, ada sebagiannya yang telah dilokalisir lalu dibuka kembali. Jadi, penanganannya sudah benar-benar maksimal oleh TNI,” kata Safarus.

“Itu menurut kami langkah yang bagus, dan kami merasa beruntung bahwa TNI ikut serta dalam hal ini. Yang dulunya mungkin sulit, dengan masuknya TNI bisa lancar,” ujarnya.[St]