,

Bersatu Lawan Corona, Ansor Kulon Progo Semprot Disinfektan Sebanyak 603 Masjid/Mushalla

oleh
Personil Banser Kulon Progo saat melakukan penyemprotan disinfektan di sebuah masjid.

SorotNusantara.com , Kulon Progo – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kulon Progo bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kulon Progo memberikan layanan penyemprotan disinfektan dengan target utama fasilitas umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) secara gratis.

Berdasar data yang telah masuk di NU Care LAZISNU Kulon Progro, masjid/mushalla yang telah mendapatkan layanan penyemprotan disinfektan diantaranya Kecamatan Sentolo sebanyak 111, Kecamatan Nanggulan; 24, Kecamatan Wates; 47, Kecamatan Temon; 24, Kecamatan Panjatan; 34, Kecamatan Kokap; 78, Kecamatan Pengasih; 69, Kecamatan Kalibawang; 63, Kecamatan Girimulyo; 69, Kecamatan Samigaluh; 25, Kecamatan Lendah; 27, dan Kecamatan Galur ada 32 masjid/mushalla

“Jumlah total sementara masjid/mushalla yang sudah disterilisasi ada 603,” kata Sekretaris Ansor Kulon Progo, Muktaf Ajib Syaifudin dalam siaran persnya, Sabtu (11/4).

Muktaf melanjutkan, untuk di wilayah Kecamatan Galur promosi kesehatan dan pemasangan stiker tanda sudah disemprot disinfektan dibantu IPNU IPPNU setempat. Promosi kesehatan ditekankan pada peningkatan kewaspadaan masyarakat dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 sehingga aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan upaya-upaya pencegahan lainnya dapat terlaksana dengan baik di masyarakat.

Sementara, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor DIY Hasan Syaifullah mengatakan adanya koordinasi antar badan otonom NU dan lembaga sehingga program dan target kegiatan telah ditentukan. Terlebih segmentasi pemuda Ansor lebih dititik beratkan pada masjid dan sekolah.

“Secara kelembagaan terkait penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19 ini kami sudah diajak untuk memulai penanganan di masjid sekolah,” ujarnya.

Di internal Ansor, lanjutnya, sudah memiliki Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 sebagaimana diamanatkan oleh pimpinan pusat. Untuk itu, pembagian tugas di internal NU bisa berjalan seiring dengan program internal Ansor.

Ditambahkan, untuk pendataan masjid menggunakan data yang ada di LAZISNU, dan penggalangan dana kerjasama LAZISNU dan HIPSI KP. Sedangkan penyemprotan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) berdasar pada pengajuan masyarakat.

“Terima kasih untuk masyarakat yang telah memberikan kepercayaan pada kami, semoga layanan yang ada bisa bermanfaat, dan mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan,” pungkasnya. (am,arh)