Berbagi Kebahagiaan, Lulus Sekolah Siswa SMK Sultan Trenggono Bagi Takjil

by
Siswa SMK Sultan Trenggono Semarang tengah membagikan takjil pada pengguna jalan. (ft.istimewa)

SOROTNUSANTARA.COM | SEMARANG – Berbagai ekspresi yang dilakukan siswa dalam mensyukuri kelulusannya. Hal menarik dilakukan SMK Sultan Trenggono Jalan Raya Manyaran-Gunungpati KM.15 Pongangan Gunungpati Semarang. Para guru mengajak para siswanya melakukan hal yang lebih bermanfaat daripada konvoi atau corat-coret, yakni membagikan takjil bagi pengguna jalan.

Kepala SMK Sultan Trenggono Siti Fitriastuti mengungkapkan hal tersebut sebagai bukti pendidikan selalu mengarahkan anak didik pada hal positif. “Siswa kelas XII dapat mensyukuri kelulusannya dengan cara yang bermanfaat, yaitu berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui pembagian takjil,” kata Fitri, Senin (13/5/2019) disela kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, berbagi atau bersedekah juga merupakan bagian dari pendidikan karakter, selain itu, lanjutnya, kami juga berharap agar masyarakat lebih mengenal jauh tentang SMK Sultan Trenggono.

Diterangkannya, bagi takjil dilakukan di tiga lokasi yang berbeda, yakni di traffic light Kembangarum Semarang Barat, depan Pasar Sampangan Gajah Mungkur, dan depan SPBU Gunungpati

“Untuk kali ini kami bagikan 100 takjil di tiap titik, karena pembagian takjul menyesuaikan dengan kemampuan anak-anak dan jumlah tiap angkatan,” akunya, “Semoga di tahun mendatang bisa lebih dari ini,” harapnya.

Siswa SMK Sultan Trenggono Semarang tengah membagikan takjil pada pengguna jalan. (ft.istimewa)

Apa yang diharapkan oleh Siti Fitriastuti diamini oleh Ahmad Rio Firmansyah. Siswa yang baru lulus tersebut merasa senang ungkapan rasa syukur atas kelulusannya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Pesta lulusan dengan bagi takjil ini menyenangkan dan lebih bermanfaat. Jadi tidak perlu membuang-buang uang dengan melakukan coret-coret atau hal lain yang tidak berfaedah,” ucapnya.

Salah satu pengguna jalan, Sutrisno (37 th) mengapresiasi hal tersebut. Dia sependapat bahwa lulus sekolah tidak mesti hura-hura dan corat-coret seragam.

“Kegiatannya lebih baik seperti ini dari pada corat-coteratan lebih baik untuk kegiatan yang positif. Contohnya ya bagi takjil ini,” ujarnya. (HQ)