,

Bawaslu Temukan Data Pemilih Belum Lahir Masuk Daftar Pemilih

oleh

SOROTNUSANTARA.COM , Kendal – Bawaslu Kabupaten Kendal menemukan data terindikasi invalid karena ‘belum lahir’ masuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan KPU Kendal.

Temuan diketahui saat Bawaslu Kendal mencermati administrasi dan kondisi faktual untuk memastikan validitas daftar pemilih.

“Pengawasan DPS melalaui pencermatan administrasi faktual untuk memestikan akurasi daftar pemilih,” kata kata Achmad Ghozali Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal, Kamis, (1/10/2020).

Menurutnya, data tidak valid tersebut berbeda dari kasus biasanya. “Biasanya terindikasi tidak akurat karena meninggal dunia, pindah domisili dan ganti status pekerjaan seperti jadi TNI/Polri. Namun kali ini ada yang unik yaitu daftar pemilih terindikasi invalid karena pemilih ‘belum lahir’,” terangnya.

Diungkapkannya, daftar pemilih terindikasi invalid ‘belum lahir’ sejumlah tujuh orang pemilih. Daftar pemilih tertulis tahun kelahirannya setelah DPS ditetapkan. “Jadi, saat DPS ditetapkan si pemilih terindikasi invalid tanggal lahir karena dia ‘belum dilahirkan’. Itu ada tujuh orang, laki-laki dua orang dan perempuan lima orang,” terangnya.

Dari total yang bermasalah 2.146 daftar pemilih, yang terindikasi pemilih ganda 1.962, terindikasi sudah meninggal dunia 80 orang dan tidak sesuai data RT/RW 52 orang. “Lalu terindikasi invalid tanggal lahir seluruhnya 36 orang, terindikasi di bawah umur dan belum kawin 14 orang dan 2 orang pemilih tidak lengkap elemen data nama,” terang Ghozali.

Atas temuan tersebut, Bawaslu Kendal telah memberikan saran perbaikan ke KPU Kendal. “Saran perbaikan sudah kami layangkan ke KPU melalui surat No. 788/2020 perihal Saran Perbaikan kepada KPU Kendal. Namun hingga saat ini belum ada surat balasan tindak lanjut saran perbaikan kami,” tambah Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani.

Odilia menerangkan temuan daftar pemilih bermasalah harus terus dikawal. “Jajaran Pengawas kami akan terus mengawasi agar problem daftar pemilih segera ditindaklanjuti jajaran KPU. Pengawas kami akan terus menjaga hak pilih di seluruh negeri,” pungkas Odilia. (bk/arh)