Bangun Gedung Yayasan Alumni Unnes, Budiyanto Katakan Ini Baru Mulai Melangkah

oleh
Budiyanto menyerahkan batu pertama pada Wiryawan Sambodo sebagai simbol permulaan pembangunan gedung Yayasan Alumni Unnes (ft.arh)

sorotnusantara.com , Semarang – Ketua Yayasan Alumni Unnes (Universitas Negeri Semarang), Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum mengatakan, membangun gedung sekretariat Yayasan Alumni Unnes merupakan tahap awal dalam melangkah dari beberapa tahapan yang harusnya dilakukan.

“Ini (membangun gedung sekretariat,red) baru mulai melangkah,” kata Budiyanto saat di sela kegiatan, Ahad (20/1/2019), pada prosesnya, ia telah menyempatkan diri dalam mengembangkan organisasi alumni Unnes, “Kita mencari tahu para alumni yang ada di seluruh Indonesia untuk membuat cabang-cabang IKA (Ikatan Alumni) Unnes. Karena tidak adanya gedung sekretariat merupakan bagian dari kendala koordinasi alumni, maka ide membuat yayasan ini kita munculkan,” sambungnya

Dalam prosesnya, Budiyanto mengungkapkan beberapa kendala lain selain mencari para alumnus. Salah satunya, adanya missed comunication terhadap warga sekitar lahan gedung tersebut, “Memang ada kendala dengan warga, tapi kita sikapi dengan santai. Sebab, itu hanya salah paham saja,” ungkapnya

Kendala dengan warga yang dimaksud adalah tentang tanah yang dibeli yayasan. Di mana pada peruntukannya sebagai jalan umum, dan bukan jalan khusus masuk ke area tersebut. Sedangkan secara administratif diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang. Hal ini dimaksudkan agar tidak membebani warga dalam perawatannya.

“Jalan Kebangsaan ini kita serahkan ke Pemerintah Kota Semarang dengan maksud berkaitan dengan perbaikan akan ditanggung pemerintah. Bukan masyarakat,” terangnya, “jadi, kalau jalan rusak biar diperbaiki pemerintah, warga tidak perlu iuran untuk membangun. Kasian kalau jadi tanggung jawab masyarakat,” tuturnya.

Ketua Yayasan Alumni Unnes, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama Gedung Yayasan Alumni Unnes (ft.arh)

Budiyanto melanjutkan, dalam proses pembangunan dan seterusnya, akan terus memberikan peran kepada masyarakat, “Warga di sini baik, guyup, rukun, dan familiar. Eman-eman kalau tidak dilibatkan,” ujarnya, “Jadi, dalam pembangunan ini tenaga atau tukang yang bekerja ya warga sekitar. Kalau bisa menjadi kampus juga mengakomodir karyawan dari warga,” ujarnya.

Sementara, ketua panitia pembangunan, Dr. Wirawan Sambodo, ST menyatakan jumlah alumni Unnes tersebar di berbagai penjuru tanah air. Menurutnya, dengan adanya pembangunan tersebut bisa menjadi lahan perjuangan para alumnus untuk bergabung bersama pengurus Yayasan Alumni Unnes. Ia berharap pergerakan alumni Unnes bisa bersaing dan bersanding dengan alumni perguruan tinggi yang lain.

“Semoga teman-teman alumni bisa lebih erat persatuannya, dan dengan dimulainya pembangunan gedung ini, mereka bisa mulai turut memberikan bantuan baik materi, dorongan motivasi maupun yang lainnya,” harapnya, “Kita targetkan tahun ini gedung dan masjid selesai,” ucapnya, dia juga menegaskan gedung tersebut selain digunakan sebagai kantor yayasan dan DPP IKA UNNES juga dapat digunakan untuk keperluan warga, “Ini semua milik kita semua, kita bersama, dan mari kita dukung dan kita jaga bersama,” ujarnya.

Pengurus Yayasan Alumni Unnes berfoto bersama masyarakat seusai peletakan batu pertama (ft.arh)

Pendapat Masyarakat

Supriyanto (53 th), warga rt 2 rw 2 mengungkapkan, ia merasa senang dengan adanya rencana pembangunan tersebut. Ia berharap pembangunan berjalan lancar sampai terbangunnya kampus yang dimaksud. Menurutnya, hal tersebut berguna bagi masyarakat, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Supri menegaskan pada dasarnya penerimaan masyarakat sangat baik dan mendukung berdirinya kampus. Lebih lanjut ia menerangkan, lahan yang belum dibangun dimanfaatkan masyarakat untuk berkebun.

Salah satu tokoh masyarakat, Kiai Shohib Anshori mengungkapkan perlunya berbaik sangka terhadap ketemtuan Allah. Selain itu, ia menekankan penataan niat dalam bertindak. Dia menerangkan, husnudz_dzan (berprasangka baik,red) terhadap ketentuan Allah SWT dicontohkan dengan hujan yang tiba-tiba turun sesaat sebelum acara dimulai. Fenomena tersebut bisa dimaknai sebagai petanda baik di mana Allah SWT menurunkan rahmatnya.

Sementara, husnunniah atau niat yang baik sebagai landasan bertindak dapat dilakukan dengan niat membangun tempat yang memiliki kemaslahatan yang besar bagi masyarakat, sebagai majlis ilmu atau tempat tersampaikannya sebuah ilmu, tempat yang mencerdaskan bangsa karena di dalamnya akan dikembangkan sebagai perguruan tinggi, dan ada masjid yang digunakan untuk beribadah.

Titip pesen untuk disampaikan kepada warga yang lain, kata Kiai Shohib, untuk mendukung dengan nyengkuyung bareng agar pembangunan ini bisa cepat terselesaikan. Sebab, dengan adanya tempat tersebut nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan menopang perekonomian masyarakat. (arh)