,

Awal Bulan, Hasil Penjangkauan TPD Didominasi Kelayan Tanpa Identitas

by -178 views
TPD saat mendampingi Kayadi di RSUD Wongsonegoro Semarang (ft.doc)

SorotNusantara.cm , Semarang – Dalam dua pekan ini, Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang terus melakukan penjangkauan kelayan yang terlantar. Adanya sistem informasi yang digerakkan Pemerintah Kota Semarang yang berbasis online membuat kinerja TPD semakin cepat. Hal ini disampaikan, Kabid Rehabsos, Tri Waluyo saat dimintai keterangan.

“Alhamdulillah, teknologi membantu Dinsos dalam menjalankan misi sosial,” ungkapnya, Kamis (14/3/2019), “Eranya kan sekarang sudah serba cepat, jadi informasi cepat juga harus direspon dengan cepat,” lanjutnya.

Namun demikian, hal ini bukan berarti tugas tersebut terbilang lancar. Pasalnya, dalam sepekan ini Dinsos mendapati kelayan yang tidak memiliki identitas. “Kendala di kita itu administrasi, sebab banyak kelayan yang tidak jelas identitasnya,” paparanya.

Dicontohkan, kasus penjangkauan yang dilakukan Budi Santoso bersama Tri Budi Leksono. Keduanya mendapati Kayadi, pria yang diperkiraan berusia 65 tahun tersebut tidak memiliki identitas yang jelas. Laporan yang masuk pada 112 Selasa (2/3/2019) malam menyebutkan seorang pengayuh becak yang hidup sebatang kara di daerah Java Mall, tepatnya simpang tiga, depan Sekolah St. Yusuf Kp. Siwalan dalam kondisi lemas, menggigil dan kesadaran menurun.

Menurut laporan TPD, Kayadi atau yang biasa disapa Petruk telah diperiksa oleh tim Ambulan Hebat sebelum dibawa ke RS. Wongsonegoro. Diterangkan, hasil pemeriksaan tim medis Ambulan Hebat, Kayadi mengalami dehidrasi, demam, dan diare sehinga dia harus dibawa ke RSUD. Wongsonegoro untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Saat sampai di RSWN anggota TPD mendaftarkan pasien serta berusaha mencari informasi dari Bapak Kayadi namun gagal karna kondisinya yang masih belum memungkinkan untuk diajak komunikasi,” ujar Budi yang juga anggota Banser.

Kayadi selama beberapa hari mendapatkan perawatan di Ruang IGD RSUD Wongsonegoro karna ruang inap penuh, dan saat ini telah berada di Ruang Yudistira.

Dalam usaha mendampingi kelayan tersebut, TPD telah berhasil menemukan salah satu anggota keluarganya yang tinggal di Kaligawe. Dengan ditemukannya adik Kayadi, maka proses perawatan selanjutnya dimusyawarahkan pihak keluarga sebagaimana yang disarankan TPD. (arh)