Asah Ketrampilan Dengan Jumat Berkah

by
Para relawan PMI Kota Semarang tengah beraktifitas dalam praktik Dapur Umum Jumat Berkah

Untuk mengasah pengetahuan dan kemampuan, para relawan PMI memanfaatkan kegiatan Jumat Berkah sebagai media praktik agar lebih trampil dalam Dapur Umum


sorotnusantara.com , Semarang – Keterampilan merupakan suatu kemampuan atau kapasitas diri yang diperoleh melalui usaha yang disengaja, sistematis, dan berkelanjutan. Karena itu seseorang dapat dikatakan terampil bila terbukti dapat melaksanakan suatu aktifitas atau profesinya secara adaptif dengan lancar. Untuk mengasah keterampilan dapat dilakukan berbagai metode. Meski demikian perlu diperhatikan pula efisiensi dari metode pembelajaran yang diterapkan.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang dalam usahanya melatih relawan yang terampil di bidang kebencanaan mendirikan dapur umum di Basement Gedung Markas Kota Semarang, Jalan Soegiyopranoto 35 Semarang Tengah Kota Semarang. Kegiatan tersebut melibatkan relawan dan anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI dari Kelurahan Tanjung Mas, Kelurahan Kalipancur dan Kelurahan Bendan duwur.

Dapur umum dalam Jumat Berkah ala PMI menurut Kasubsie Penanganan Bencana Sri Djatmiko dilakukan setiap bulan sekali, “Untuk melihat bagaimana kesiapan dan kesigapan relawan PMI saat tanggap darurat bencana, ” kata Djatmiko saat dimintai keterangan, Jumat (4/10/2019). “Kami tentunya berharap kegiatan semacam ini akan menghasilkan tenaga relawan yang cekatan saat diterjunkan ke lokasi bencana,” imbuhnya berharap.

Kata Djatmiko, dalam kegiatan tersebut sedikitnya PMI menyiapkan minimal 250 nasi bungkus dan air mineral untuk dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu seperti tukang becak yang tengah mangkal di tepi jalan, pemulung dan lain sebagainya. Lokasi pembagian nasi bungkus sejauh ini baru di seputar Markas PMI, Tugu Muda, hingga sepanjang jalan menuju lapangan simpang lima.

Perlu diketahui, mengasah skill materi DU dalam Jumat berkah secara detail akan membuat para relawan memahami dan mampu mempraktikkan takaran dan standar dalam pemberian bantuan makan, “Jadi dalam sekali masak membutuhkan seberapa banyak bahan dan menghasilkan berapa bungkus sudah jelas. Praktik ini akan meminimalisir makanan sisa,” Djatmiko membeberkan.

Sementara, Kepala Markas, Endang Puji Astuti mengungkapkan sumber dana kegiatan tersebut berasal dari iuran sukarela, “Saat ini semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut berasal dari donasi karyawan dan relawan PMI serta masyarakat yang dikumpulkan setiap bulan,” bebernya.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, pihaknya membuka bagi siapa pun untuk turut berperan serta dalam membantu suksesnya kegiatan tersebut, “Selain Jumat Sehat, kami membuka Jumat Peduli, Berbagi dan Berkah bagi yang mampu dan mau bersedekah dalam bentuk donasi atau makanan untuk disalurkan kepada yang membutuhkan,” Endang menjelaskan.

Untuk diketahui, ide kegiatan ini muncul dari para relawan dalam memandang perlunya habituasi dalam menjaga dan meningkatkan skill yang didapat pasca pelatihan. Dalam tiap tahunnya, para relawan dapat mengikuti kegiatan penjenjangan kompetensi yang ada seperti Dapur Umum, Logistik dan Gudang, Petugas Ambulan, Siaga Bencana, Pengurangan Risiko Bencana, Assesment, Restoring Family Link, dan lain sebagainya.

“Ada banyak spesifikasi yang bisa dipilih para relawan. Kami hanya memfasilitasi agar bisa berkembang sesuai yang diharapkan,” kata Endang memungkasi. (arh)