Antisipasi Corona, PP Durrotu Aswaja Terapkan Aturan Khusus

by
Salah satu santri saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sebuah ruangan pesantren

SorotNusantara.com , Semarang – Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (PPDA) atau yang dikenal dengan PP Durrotu Aswaja yang terletak di Kampung Banaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang menerapkan aturan khusus sebagai langkah antisipasi dalam mencegah kemungkinan adanya penyebaran virus corona disease (Covid-19) di pesantren.

Menurut pengasuh PPDA, Kiai Agus Ramadhan peraturan khusus tersebut diberlakukan untuk jangka waktu yang belum bisa ditentukan, “Adanya Corona ini membuat kita harus waspada, tapi juga harus tetap tenang. Jadi kami berlakukan aturan khusus yang menyesuaikan imbauan Pemerintah,” kata Agus, Selasa (24/3/2020).

Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Semarang ini mengungkapkan, RMI NU Jawa Tengah telah membuat edaran terkait pelarangan kegiatan yang mendatangkan massa dan penjemputan santri. “Yang sudah terlanjur pulang tidak boleh ke pondok, begitu juga sebaliknya santri yang di pondok jangan pulang terlebih dahulu sebelum dijemput oleh keluarga,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan terhadap Corona juga berdampak pada berubahnya sejumlah kegiatan pesantren, salah satunya Seminar bersama RMI NU Kota Semarang pada Senin kemarin sebagai salah satu rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah harus dilaksanakan secara tertutup, “Rencananya kita buat semarak dengan mengundang semua pesantren, tapi karena situasi tidak memungkinkan, jadi dilaksanakan secara tertutup, hanya santri sini (PPDA) saja yang ketempatan sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Salah satu santri saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sebuah ruangan pesantren

Perizinan keluar pondok juga demikian, sambungnya, biasanya pagi hingga sore para santri beraktifitas keluar untuk kuliah maupun untuk keperluan lain semisal ke pasar tanpa perlu izin. “Kali ini semua santri keluar dan masuk pondok harus dimonitor. Biasanya yang izin hanya keluar untuk kepentingan selain kuliah,” bebernya.

Lurah Pondok putra Durrotu Aswaja, Muhammad Dinar Amin menegaskan hal senada. Sebelum memasuki kompleks pesantren harus mencuci tangan dengan sabun antiseptik yang tersedia di depan pintu masuk.

Selain itu penyemprotan diulang lagi di seluruh ruang setelah kegiatan seminar semalam. Termasuk di dalam pondok putri diantaranya di lantai 1 sebelah timur terdapat 5 (lima) kamar (Al Hakim, Ar Rohman, As Salam, An Nur, Al Baits), lantai 2 sebelah barat ada 2 (dua) kamar (Al Hadi, Al Jabar), lantai 2 sebelah timur terdapat 3 (tiga) kamar (An Nafi, Al Mujib, Al Latif), lantai 3 timur ada 2 (dua) kamar dan 1 (satu) Aula (Al Hafidz Besar, dan Al Hafidz Kecil). Selanjutnya Kompleks Ndalem (Al Karimah) terdapat 2 (dua) kamar, dan Kompleks Al Muhayah ada 5 (lima) kamar Al Muhayah. “Alhamdulillah sudah selesai sore ini,” akunya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini melanjutkan, pihak pesantren secara mandiri telah menyediakan hand sanitizer di ruang kelas, kamar, dan mushalla, sedangkan sabun antiseptik terletak di beberapa ruas tertentu. “Kita sediakan sabun antiseptik di kamar mandi, tempat wudlu, dan beberapa lokasi yang tersedia keran air,” bebernya.

Perlu diketahui, alat semprot dan cairan Disinfektan didapat secara gratis dari salah satu alumnus pengkaderan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kota Semarang. “Cairan Disinfektan dapat dari Meteseh Tembalang, Pak Haji Dian PKPNU memberikan informasi di WAG para kiai yang membutuhkan semprot silahkan diambil, gratis,” ucapnya.

Dinar melanjutkan, tawaran tersebut merupakan sebuah kebetulan. Sebab, saat ini PPDA masih mencari informasi untuk mendapatkan layanan tersebut. “Kebetulan, kami dari pondok belum dapat informasi sewa alat atau penyedia jasa semprot Disinfektan yang dibutuhkan,” pungkasnya. (arh)
Caption : salah satu santri sedang melakukan penyemprotan disinfektan di area perpustakaan PP Durrotu Aswaja.