,

Ansor Brebes Minta Aksi Demonstrasi Ramah Lingkungan

oleh
Bagana Brebes saat membersihkan sampah yang ditinggalkan para demonstran (dok).

SOROTNUSANTARA.COM , Brebes – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Brebes, Ahmad Munsip meminta agar aksi demonstrasi dilakukan dengan tertib dan ramah lingkungan. Munsip mengatakan hal itu usai memungut sampah bersama pasukannya.

“Yang kami lakukan saat ini merupakan ikhtiar merawat lingkungan, mengerahkan Banser Tanggap Bencana (Bagana) yang membersihkan sampah pasca aksi demo. Selain itu juga mendukung sikap PBNU terkait UU Cipta Kerja,” katanya.

Sebagai bagian dari NU, sambungnya, maka Ansor-Banser Brebes ikut mengambil peran dengan menyiagakan LBH Ansor untuk memberikan layanan pendampingan hukum bagi buruh di Brebes.

“Kami siap mencari keadilan dengan menempuh jalur konstitusional. Kita dukung adanya peninjauan kembali UU Cipta Kerja,”

Ia melanjutkan, NU memandang upaya hukum merupakan upaya terbaik dan terhormat dibanding mobilisasi masa di tengah pandemi. “Cara-cara konstitusional menjadi ikhtiar bersama untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memotong potensi rantai penularan Corona,” ujarnya.

Bagana Brebes saat membersihkan sampah yang ditinggalkan para demonstran (dok).

Hal senada dikatakan, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Brebes Taufik Hidayatullah. Demonstrasi merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi rakyat. Meski begitu, demonstrasi sering berdampak pada beberapa hal yang kontraproduktif terhadap yang disuarakan.

“Demontrasi itu juga cara menyuarakan hak, tapi peserta demo juga perlu mengusung kesadaran terhadap dampak lingkungan,” kata Taufik.

Diterangkan, sepanjang jalan dari alun-alun sampai jalan depan gedung DPRD Brebes banyak sampah yang ditinggalkan peserta demonstrasi aliansi mahasiswa Brebes yang menolak UU Cipta Kerja atau Omnibuslaw pada Jum’at (9/10). Oleh karena itu, sambungnya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan kegiatan bersih-bersih sampah paska demo.

“Demo menyisakan pemandangan yang kurang sedap seperti sampah, tembok dicorat-coret dengan meme ketidakpuasan, bahkan merusak fasilitas umum,” ungkapnya.

Menurutnya, aspirasi sebagai sesuatu yang harus dihargai, untuk itu cara menyalurkannya juga yang harus bermartabat. Dengan adanya sampah, tentu memberikan beban tugas lebih kepada petugas sampah. Kata Taufik, Banser juga sangat menghargai iklim demokrasi sehingga Banser melakukan pembersihan sampah sebagai bentuk simpati terhadap mereka yang menyuarakan aspirasi kaum buruh. Aksi Banser tersebut menuai simpati masyarakat.

“Akhirnya masyarakat juga ikut simpati dengan yang dilakukan oleh Banser, sehingga mendorong mereka ikut membantu Banser memunguti sampah,” ujarnya. (arh)