Ansor-Banser Kecam Intimidasi Amin Rais

by -550 views
SAMPAIKAN KETERANGAN : Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri (tengah) menyampaikan keterangan seusai acara aksi damai mendukung kinerja KPU di Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda Pemuda Semarang, Senin, 1/4/2019 (ft.istimewa)

SorotNusantara.com , Semarang – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kota Semarang mengecam keras ucapan mantan Ketua Umum PAN, Amin Rais kepada institusi Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah. Demikian tekanan yang diberikan Amin Rais terhadap KPU.

Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri menilai apa yang dilontarkan politisi PAN tersebut bertolak belakang belakang dengan cita cita reformasi untuk menegakkan demokrasi.

“Kami menyayangkan dan mengecam apa yang dikatakan pak Amin. Sebagai salah satu elit politik tidak sepatutnya berkata seperti itu. Ini bertolak belakang dengan cita cita reformasi dan kemunduran demokrasi,” kata Rahul seusai acara aksi solidaritas kepada KPU di Kantor KPU Kota Semarang, Senin (1/4/2019) sore.

Menurutnya, Amin Rais seolah tidak percaya kepada KPU dan ada kecenderungan mengintimidasi lembaga tersedia. Rahul menilai, sebagai salah satu tokoh bangsa, tidak bijaksana apa yang dilakukan mantan Ketua Umum Partai PAN tersebut.

“Pak Amin ini kan salah satu tokoh bangsa jadi harus memberikan kesejikan jangan malah mengajak masyarakat untuk berbuat inkonstitusional. Kami menyayangkan hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, kalau ada persoalan atau permasalahan terkait sengketa hasil Pemilu dapat diadukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, MK merupakan lembaga sah negara yang diberi kewenangan menangani hal hal seperti itu. “MK setara dengan lembaga tinggi lain negara, khususnya bidang hukum dan peradilan,” katanya.

Rahul meminta Amin Rais menghormati tahapan dan proses yang dilakukan KPU. Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum. Jadi segala hal yang berkaitan dengan hukum bisa diselesaikan dengan hukum pula. Hal itu sudah diatur dalam undang undang negara. “Persoalan persengketaan ada MK sebagai wadah menemukan keadilan,” ujarnya.

Dia menyatakan, GP Ansor-Banser Kota Semarang mendukung penuh KPU dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai institusi penyelenggaraan pemilihan umum. “Kami siap mengawal KPU melaksankan tugasnya tanpa ada intimidasi apapun,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator lapangan, M Noor Faiz mengatakan, jajaran anggota Banser se-Kota Semarang siap mendukung KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang sah dan dilindungi oleh undang undang.

Terkait jika nanti ditemukan pelanggaran Pemilu, kata dia, sudah ada mekanisme tersendiri yakni penyalurannya pendapat melalui MK. “MK itu salah satu lembaga tinggi negara. Institusi ini diberi mandat melakukan tugasnya berlandaskan undang undang yang ada. Jadi harus dihormati,” ujar Faiz yang juga Ketua Banser Kota Semarang ini.

Noor Faiz prihatin atas sikap Amin Rais yang soelah tidak percaya kepada institusi penyelenggara Pemilu. “Jika Amin Rais berencana mengerahkan massa seperti people power. Kami Banser se-Kota Semarang siap menjadi barisan terdepan dalam menjaga KPU demi pemerintah yang adil, makmur dan sejahtera,” imbuhnya.

Dalam acara itu, para peserta membawa spanduk yang berisi berbagai macam tulisan. Misalnya, Amin Rais penghianat reformasi. People Power meresahkan masyarakat, kami menentang keras people power, peopel power bukan solusi untuk NKRI, dan sejumlah tulisan lainnya. (arh)