,

Alumni SMAN Boyolali 1977 Baksos Terdampak Corona, Begini Kondisi Penerima

oleh
Ketua Alumni SMAN Boyolali 1977 saat memberikan paket sembako secara simbolis (istimewa)

SorotNusantara.com , Kab Boyolali – Mbok Jamu, demikian warga mengenalnya, warga Desa Ngandul, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah merasa senang karena ia bisa menjaga periuk nasinya tetap terisi. Lansia yang kesehariannya berjualan Jamu Gendong keliling itu ikut terdampak adanya wabah global Corona Virus Disease (Covid-19).

Alhamdulillah, matur nuwun sanget bapak bapak ibu ibu (alumni SMAN Boyolali) kerso rawuh maringi sembako. Mugi Pangeran paring piwales ingkang langkung sae,” ucapnya dengan senyum bahagia pada seorang alumni yang mengantarkan paket sembako padanya. (Alhamdulillah, terima kasih banyak para bapak/ibu bersedia datang kemari membawakan sembako. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan imbalan yang lebih baik,red).

Mbok Jamu adalah salah satu dari 120 orang yang menerima bantuan paket sembako dari para alumni SMAN Boyolali (SMAN-1,sekarang) angkatan 1977. Penerima bantuan lain, Kusmiyati yang kesehariannya berjualan teh di Pasar Ngebong juga merasakan nasib serupa. Adanya Covid-19 membuat jualannya tak seperti biasanya.

Ben dinten nggih ngeten mawon, tambah wonten wabah Corona niki langkung sepen dagangane,” curhatnya. (Setiap hari ya seperti ini, apalagi adanya wabah Corona ini jadi tambah sepi jualannya,red).

Alumni SMAN Boyolali angkatan 1977 berinisiatif memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai lantaran tergerak hati melihat kondisi masyarakat berpenghasilan rendah terdampak adanya wabah global Corona Virus Disease (Covid-19). Sasaran kegiatan bakti sosial tersebut diantaranya para lansia, janda, pedagan keliling, tukang parkir, buruh bangunan, buruh serabutan, buruh rumah tangga, dan sebagainya.

Menurut Ketua Alumni SMAN Boyolali Dr Drs Budiyanto SH MHum, rasa senang dapat dirasakan manakala bisa membantu saudaranya yang kesulitan hidup, “Kita semua ini bersaudara, saudara setanah air, jadi tolong menolong itu sebenarnya sudah kewajiban, kita senang bisa membantu warga,” ungkapnya saat memberikan bantuan secara simbolis di Desa Surodadi Kelurahan Siswodipuran Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2020).

Membantu yang kekurangan, lanjutnya, juga pengalaman Pancasila. Karena itu kita wajib membantu karena mengamalkan Pancasila itu wajib bagi setiap warga negara, “Sesuai dengan kapasitasnya, dan memang hanya baru ini yang bisa kami berikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Jawa Tengah ini menuturkan, bakti sosial tersebut direncanakan dalam waktu sangat singkat, “Hanya lewat video call semalam, jadi ya spontan jadi langsung cari data penerima,” bebernya.

Ketua panitia baksos, Suyanto SH bersama salah satu penerima bantuan Bakti Sosial Alumni SMAN Boyolali

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua DPD KNPI Jateng mewanti-wanti agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah. Disebutkannya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, berada di rumah, menjaga jarak ketika bertemu orang lain dan mengganti salaman dengan salam jarak jauh, dan mengenakan masker ketika keluar rumah untuk suatu hal yang sangat penting.

Ketua panitia baksos, Suyanto SH menjelaskan, pembagian 120 paket sembako diperuntukkan kepada warga terdampak Covid-19 di lingkungan pasar Boyolali, lingkungan pasar Sunggingan, lingkungan pasar Ngebong (Randuasri), lingkungan terminal bus Boyolali, sebagian kelurahan Pulisen, sebagian Kelurahan Siswodipuran dan sebagian di wilayah Mojosongo.

“Dalam penyerahan bantuan paket ini secara simbolis oleh Ketua dan beberapa pengurus digelar di Jl. Nangka Surodadi Siswodipuran Boyolali dengan menghadirkan beberapa orang saja. Selebihnya diantarkan ke rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan masa,” ucapnya

Hadir mendampingi Ketua Alumni SMAN Boyolali 1977, DR. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum, Drs. Sugiyanto, M.Si, Drs. Gatot B Hastowo, M.Pd, Suyanto, SH, Ki. Menggung Hadi dan Dwi Witanti, SE, MM. (arh)