,

Akhirussanah Ponpes, Santri Diingatkan Tajamnya Waktu Bagai Pedang

by
SAMPAIKAN SAMBUTAN: Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Romadhon menyampaikan sambutan saat acara Pengajian Akbar, Haul Abah Kiai Masyrochan Ke-3 dan Haflah Akhirussanah ke XXIX Pondok Pesantren Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, di Lapangan Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Sabtu (12/4/2019) semalam. (ft.doc)

SEMARANG – Waktu harus dimanfaatkan secara maksimal. Waktu siap menggilas siapapun yang terlena. Tajamnya waktu tak mengenal kompromi. Karenanya, santri sebagai generasi muda penerus para kiai atau ulama harus dapat mengoptimalkan masa belajarnya, terlebih santri yang berkesempatan menjadi mahasiswa.

Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Romadhon mengingatkan hal tersebut dalam sambutan Haflah Pengajian Akbar, Haul ke-3 Kiai Masyrochan, dan Haflah Akhirussanah ke XXIX Pondok Pesantren Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, di Lapangan Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, semalam, Sabtu (12/4/2019).

“Waktu itu seperti pedang. Jika tidak mampu memanfatkannya, maka akan kepotong oleh pedang tersebut,” katanya.

Menutup sambutannya, Kiai Agus mengungkapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara tersebut. Menurutnya, Ponpes Durrotu Aswaja dari tahun ke tahun semakin maju, tidak hanya dari segi pembangunan, namun juga dari jumlah santri yang mengaji.

“Semoga pondok ini semakin memberi dampak positif ke masyarakat dalam menebarkan syiar Islam,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ponpes Attaujieh, Kabupaten Banyumas, Dr KH Zuhrul Anam Hisyam tausiahnya menyampaikan, kitab suci Alquran merupakan pedoman hidup umat Islam. “Alquran menjadi sumber Ilmu pengetahuan. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Maka, belajarlah dengan sungguh sungguh,” pesannya.

Dijelaskannya, Alquran mengajarkan banyak ilmu pengetahuan. Di antaranya, ilmu eksak, biologi, fisika, dan sejumlah banyak Ilmu lainnya. Oleh karena itu, mempelajari serta memahami Alquran adalah hal yang utama.

“Segala aspek kehidupan ada di Alquran. Mau cari apa, ilmu geografi? Ada di Alquran,” terangnya.

Dia menuturkan, Alquran akan selalu sesuai dengan zaman dan tempat di manapun berada. “Nabi Muhammad Saw bersabda, orang-orang yang menyukai Alquran disebut ‘Ahlullah’ (keluarga Allah-red). Haamilul Quran, Haamilu Royatil Jannah (orang orang yang mengamalkan Alquran, kelak akan jadi pembawa panji panji di surga-red). Semoga dengan acara ini Anda semua menjadi ‘Ahlullah’,” imbuhnya.

Kiai Zuhrul juga menyatakan senang terhadap keberadaan Ponpes Durrotu Aswaja, lantaran memiliki lokasi yang strategis sehingga mahasiswa memiliki kesempatan menjadi santri, selain belajar Ilmu umum juga Ilmu agama.

“Saya merasa bangga kepada Ponpes Durrotu Aswaja. Secara geografis berdampingan dengan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kebanyakan santrinya mahasiswa Unnes,” ujarnya. (Rifqi)