Ahsan Fauzi, Sosok Pergerakan Aktifis Pemuda Masjid

oleh
Ahsan Fauzi [Kolase SorotNusantara.com]

SorotNusantara.com , Profil – Pergerakan mahasiswa secara umum bermuara pada dua hal, yakni menjadi seorang akademisi atau aktifis. Lepas dari dua hal itu, pada umumnya mahasiswa tak akan banyak berkecimpung dalam dunia penokohan. Redaksi sorot nusantara pada momen Hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020 M menghadirkannya untuk pembaca setia sorot nusantara, Minggu (24/5/2020).

Berbicara pada aktifis mahasiswa, dewasa ini banyak bermunculan mahasiswa yang muncul dari aktifitasnya sebagai pegiat masjid seperti Ahsan Fauzi. Pria asal Kabupaten Demak jebolan Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo (UIN-sekarang) yang terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah Periode 2019-2022.

Ia terpilih melalui rapat formatur tim caretaker pembentukan Pimpinan Wilayah (PW) PRIMA DMI Jateng yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat (PP) PRIMA DMI dan mendapat persetujuan dari Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Tengah, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah,  para tokoh dan sesepuh Jawa Tengah.

“Ketua umum PP Prima DMI itu mas Arafat, ketua umum PP DMI pak Jusuf Kalla, ketua umum DMI Jateng pak Yai Achmad, dan ketua umum DMI Kota Semarang pak Haji Fuad. Beliau-beliau itu yang membimbing saya dan rekan-rekan Prima DMI Jateng,” kata Ahsan menjelaskan dalam sebuah kesempatan pada jurnalis sorot nusantara.

Ahsan resmi dilantik oleh Ketua Umum PP PRIMA DMI Ahmad Arafat Aminullah pada hari Minggu, 24 November 2019 di Aula Serbaguna Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang dan disaksikan Sekjen PP DMI Dr. H. Imam Addaruqutni, MA dan para pejabat Forkompimda Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini, ia menahkodai 70 pengurus lain yang berasal dari Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT), Ikatan Keluarga Pemuda Remaja Masjid Raya Baiturrahman (IKAMABA) Keluarga Remaja Masjid Agung Semarang (KARISMA), tokoh pemuda dari Ormas keagamaan (Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah) Jawa Tengah, aktivis Rohis dan aktivis remaja masjid Kampus-kampus di Semarang, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Sultan Agung Semarang (Unissula), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Semarang (USM), Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Semarang dan sebagainya.

Sebelum didaulat menjadi pimpinan badan otonom (Banom) DMI tingkat Jawa Tengah, ia pernah memimpin RISMA JT Periode 2011-2013. Usai memimpin RISMA JT, di tahun 2013-2014 ia diberi amanah menjadi koordinator kemasjidan dan manajer BP MAJT diera kepemimpinan Drs. H. Ali Mufiz, MPA (Mantan Gubernur Jateng). Pada kepengurusan baru, PP MAJT periode 2019-2023 dibawah Ketua, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA ia juga masuk Pengurus Pleno PP MAJT Bidang Remaja, dulu gabungan Bidang Wanita dan Remaja PP MAJT.

Bahkan, pada pertengahan tahun 2019 ia dipercaya menjadi Koordinator Aliansi Tiga Remaja Masjid Besar Semarang yang bertugas menyuarakan dan mendesak Pemkot Semarang untuk menutup karaoke ilegal di kawasan MAJT.

Nampaknya, konsentrasi Ahsan memang tak jauh dari masjid. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaannya organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) semasa duduk di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Demak. Selanjutnya, ketika menyandang status mahasiswa IAIN Walisongo (UIN-sekarang) dirinya aktif di organisasi intra maupun ekstra kampus. Untuk organisasi ekstra yang ditekuninya adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sebuah organisasi mahasiswa yang basis kegiatannya keagamaan. Runtutan karir di PMII dimulai Ketua PMII Rayon Dakwah Komisariat Walisongo periode 2006-2007, Sekretaris PMII Komisariat Walisongo periode 2007-2008, Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Semarang hingga Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah.

“Sampai jadi pengurus PMII Jateng juga ngurusi pengajian keliling warga sekitar sekretariat. Tetap tidak jauh dari masjid aktifitasnya,” akunya.

Selain organisasi ekstra kampus, ia juga aktif di organisasi daerah (Orda), yakni sebagai ketua Ikatan Mahasiswa Demak (IMADE) Komisariat Walisongo. Selanjutnya di NU dia mengikuti pengkaderan di Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, “Rata-rata organisasi yang saya ikuti menuntut aktif bersosialisasi lewat masjid,” jelasnya.

Ahsan Fauzi bersama relawan PRIMA DMI Jateng seusai melakukan penyemprotan disinfektan di sebuah masjid. (Istimewa)

Peran Sosial
Meski mengaku tak jauh dari masjid, namun pemuda asal Demak kelahiran 10 Mei 1985 ini tergolong mempunyai jiwa sosial tinggi. Hal ini terbukti dengan kiprah sosial dan kemanusiaan yang terus ia tunjukkan dengan kegiatan-kegiatan nyata pengabdian kepada masyarakat lewat organisasi yang ia geluti.

Saat ini, dikala pandemi Covid-19, ia membentuk Barisan Prima (Relawan PRIMA DMI Jateng Peduli) yang melakukan penyemprotan disinfektan di masjid, musala dan pondok pesantren (Ponpes). bagi makanan untuk buka puasa (Takjil) kepada warga terdampak Covid-19 Kota Semarang, seperti untuk para tukang becak, pemulung, pekerja kasar, korban PHK, janda lemah, jompo dan warga kurang mampu serta melakukan penggalangan dana untuk diberikan kepada warga terdampak Covid-19, utamanya untuk para marbot masjid, guru ngaji-TPQ-Madin.

“Untuk pembagian 50 ribu karbol disinfektan untuk Masjid se-Jawa Tengah itu yang merupakan program nasional dari PP DMI. Kami hanya sebatas membantu proses distribusi DMI Jateng ke DMI kabupaten/kota,” terangnya.

Kiprah sosialnya juga tampak di dunia kepemudaan bersama KNPI Peduli. Ahsan terlibat dalam gerakan Sedekah Jumat berupa pembagian nasi kepada masyarakat kurang beruntung, galang donasi bencana Banjir, baksos pembagian sembako, pembagian kursi roda untuk kaum difabel, bedah rumah dan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Ahsan juga masuk tim Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan AT-TAUHID Semarang mitra Kemensos RI yang belum lama ini membantu Pemkot Semarang melakukan penutupan lokalisasi Argorejo Kawasan Sunan Kuning Kalibanteg Kulon Semarang Barat Kota Semarang dan lokalisasi Gambilangu atau terkenal dengan istilah GBL di Mangkang Kulon Tugu Semarang.

Masih bernuansa sosial, ia juga bersama-temanya merintis Rumah Belajar Mutiara Bangsa (MB) Semarang, sedangkan di dunia kesenian ia merupakan Ketua Forum Komunikasi Grub Rebana Jateng.

Politik Kepemudaan
Karir politiknya bersama PMII juga terhitung baik. Kala berstatus kader muda organisasi yang berafiliasi dengan NU tersebut, ia terlibat dalam berbagai diskusi politik, seminar, dan bahkan demonstrasi. Selain itu, ia juga berada dalam jajaran Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah Periode 2018-2021 dibawah pimpinan H. Tino Indra Wardono sekaligus menjadi Ketua Media KNPI Jateng. Posisi tersebut bisa dibilang sebagai jabatan politik lantaran KNPI sebagai sebuah organisasi perhimpunan dari berbagai organisasi kepemudaan Ormas dan sayap partai politik.

Sebelum masuk di KNPI Jateng, ia sebelumnya aktif menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Temanggung periode 2016-2019. Berkat kegigihanya dalam berorganisasi, ia juga mendapat kepercayaan menjadi Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Tengah periode 2020-2025.

Namanya juga moncer dalam dunia politik praktis, Ahsan Fauzi tercatat pernah mengikuti pemilihan legislatif sebagai calon anggota DPD RI untuk Jawa Tengah pada Pemilu 2014 lalu. Dalam kontestasi tersebut ia mendapatkan nomor urut 3. Meski belum berhasil duduk di parlemen, namun lajang asal Demak ini memperoleh suara yang cukup signifikan. Akan tetapi, ia mengaku hal itu bukanlah yang utama.

“Yang utama adalah berbakti pada bangsa dan negara sesuai kapasitas. Kontestasi dalam DPD saat itu menjadi bonus track record, bukan target,” akunya.

Jurnalis Berbakat
Ahsan bisa dibilang sebagai kader NU yang multi talent. Saat menduduki posisi Wakil Sekretaris KNPI Temanggung, ia berstatus sebagai jurnalis media nasional Jawa Pos Radar Semarang Biro Kedu (Magelang dan Temanggung).

Berkarir sebagai jurnalis Jawa Pos Radar Semarang dari tahun 2014-2019, Ia juga menjadi pengurus organisasi profesi wartawan, menempati posisi Seksi Advokasi dan Pembelaan Wartawan dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Temanggung periode 2017-2020. Sadar diri sebagai kader NU, sejak 2014 hingga sekarang juga ikut andil mengirimkan berita ke NU Online. Saat ini, ia juga mengelola media online SuaraRakyat.ID dan menjadi kontributor METROTIME.NEWS.

Prestasi dalam dunia jurnalistik tingkat nasional pernah ia sabet, yakni; menjadi juara harapan II Lomba Karya Tulis Jurnalistik dan Foto Konstruksi Indonesia 2016 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dengan judul artikel “Pesona Jembatan Sigandul, Jadi Ikon Wisata Juga Tekan Angka Kecelakaan”.