,

21 Desa Terima Bantuan Sembako dari Satgas Peduli Covid-19 MWC NU Kecamatan Kepil

oleh
Satgas MWC NU Kepil saat menyerahkan bantuan pada salah satu keluarga penerima manfaat. [ft.mwcnukepil.doc]

SorotNusantara.com , Wonosobo – Satgas Peduli Covid-19 Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo menyalurkan paket sembako kepada masyarakat di 21 desa yang terdampak ekonominya oleh wabah Covid-19. Bantuan berasal dari donasi yang digalang dari masyarakat

“Efek sosial dan ekonomi akibat adanya aturan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus corona ini juga harus diperhatikan. Banyak pedagang keliling, tukang ojek, penjual mainan dan lain-lain yang tidak bisa cari nafkah saat ini,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Kepil Wagiman.

Selain itu, dirinya juga menyoroti bantuan yang digelontorkan pemerintah tidak dapat menjangkau semua masyarakat. Oleh karena itu, uluran tangan dari para dermawan dan pihak-pihak yang memiliki kelebihan harta sangat dibutuhkan dalam mengentaskan dampak ekonomi adanya pandemi virus Corona.

“Banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan, namun tidak tercover. Mungkin karena jumlahnya terbatas. Semoga bantuan dari Satgas Peduli Covid-19 MWC NU Kepil ini bisa diberikan kepada mereka yang belum dapat bantuan sosial lain, sehingga bisa lebih adil di masyarakat,” ujarnya.

Satgas MWC NU Kepil saat menyerahkan bantuan pada salah satu keluarga penerima manfaat. [ft.mwcnukepil.doc]
Sementara, Ketua Satgas Peduli Covid-19 MWC NU Kepil Aufa Mujtahid menegaskan, bantuan tersebut diluncurkan secara bertahap agar masyarakat bisa bertahan dengan situasi musibah ini.

“Iya, ini tahap pertama. Kita berharap akan ada tahapan-tahapan penyaluran bantuan berikutnya karena dampak virus corona sepertinya belum akan usai dalam waktu dekat. Kami juga masih membuka donasi dari masyarakat sampai saat ini,” jelasnya.

Perlu diketahui, selain membuka donasi, Satgas Peduli Dampak Covid-19 MWC NU Kecamatan Kepil bersama seluruh banom (Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Pagarnusa, IPNU dan IPPNU) juga aktif melakukan kegiatan lain seperti penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum, hingga menjadi relawan di posko peduli Covid-19 yang diselenggarakan pemerintah desa.

Lebih lanjut Aufa juga menyatakan, program tersebut diutamakan pada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri pencegahan Covid-19.

“Program tanggap darurat ini kita fokuskan bagi warga masyarakat yang harus melakukan isolasi mandiri, misalnya berstatus ODP, positif corona atau baru dinyatakan sembuh namun masih harus melakukan isolasi mandiri. Nah, kita bantu ketahanan pangan nya.” tandasnya. (nashir/arh)